Upaya Restoran Pagi Sore Kemang Dalam Menjaga Identitas Budaya Kuliner Tradisional Di Tengah Persaingan Kuliner Modern
Keywords:
Kuliner Tradisional, Identitas Budaya, Restoran Minangkabau, Kuliner ModernAbstract
Restoran Pagi Sore Kemang beroperasi di kawasan urban yang didominasi oleh kafe dan restoran modern, sehingga menghadapi tantangan dalam mempertahankan identitas serta keotentikan kuliner tradisional Minangkabau di tengah persaingan industri kuliner yang semakin kompetitif. Perubahan selera konsumen, khususnya generasi muda, menuntut restoran tradisional untuk tidak hanya mempertahankan nilai budaya, tetapi juga mampu beradaptasi dengan inovasi yang relevan tanpa menghilangkan ciri khasnya.Penelitian ini bertujuan untuk mengukur secara kuantitatif pengaruh Strategi Pemasaran Berbasis Nilai Budaya, yang meliputi desain interior bernuansa Minangkabau, penggunaan bahasa Minang dalam komunikasi layanan, serta penyajian makanan secara autentik, dan Inovasi Menu, seperti penambahan menu modern atau fusion, terhadap Persepsi Pelanggan terhadap Keotentikan Kuliner Tradisional Minangkabau di Restoran Pagi Sore Kemang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner kepada pelanggan restoran, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis statistik.Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai sejauh mana penerapan nilai budaya dan inovasi menu mampu memengaruhi persepsi pelanggan terhadap keotentikan kuliner tradisional. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pelaku usaha kuliner tradisional dalam merancang strategi pemasaran yang seimbang antara pelestarian budaya dan inovasi, khususnya dalam menghadapi persaingan di kawasan perkotaan.

